Dinding pesantren adalah laboratorium peradaban. Banyak orang tua menginvestasikan masa depan anak mereka di pesantren demi mencetak generasi emas yang tangguh secara intelektual, spiritual, dan fisik. Namun di balik investasi besar tersebut ada bom waktu kesehatan yang berdetak pelan tetapi pasti, siap melumpuhkan masa depan mereka jika masalah kesehatan hanya didata tapa diobati secara tuntas. Melihat dari kacamata seorang guru yang berinteraksi langsung dengan anak usia remaja setiap hari. Ketika program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menerjunkan petugas untuk mencatat siapa saja yang batuk atau berdarah, kita merasa pemerintah telah hadir. Namun, hadir saja tidak pernah cukup jika setelah jarum suntik dan alat ukur ditarik, para santri yang terdeteksi sakit hanya dibiarkan membawa pulang status "berpenyakit" tanpa ada kejelasan otat di tangan. Menjadikan santri sekadar bahan pengisi kuota statistik kesehatan adalah pembiaran yang dingin dan berbahaya. Kabut mengepung Kabupat...
Ikatlah ilmu dengan tulisan/kitab