Langsung ke konten utama

Postingan

Beda Usia Maka Berbeda Gaya Bicara (Tips Bicara)

Assalamualaikum  warrohmatullahi wabarrokatu teme temen.. Malam mingguan kuy hehe.. Okay aku mau bahas tentang gaya bicara depan umum (Public Speaking). Kalian pasti pernah dong melihat pembawa acara yang aktifnya minta ampun, energiknya minta ampun, tapi dicuekin sama audience.. kira-kira kenapa ya? Aku mau share sedikit pengalamanku semasa kuliah tentang bagaimana menyesuikan diri saat berbicara di depan umum. Hal kecil yang aku aku lewati ini aku rangkum, dengan harapan bisa menjadi bahan referensi dan belajar kita bersama ya.. Pengkategorian usia audience aku bagi menjadi 4 yaitu anak-anak, remaja, dewasa muda, dan tua. Tips bicara: Anak-anak : Buat aku berbicara di depan anak-anak itu gampang tapi sebenarnya susah hehe.. gimana sih :v okay aku bahas, gampangnya adalah ketika berbicara depan anak kita perlu menjadi pribadi yang jujur (Seseorang yang suka dengan dunia anak akan paham mengenai hal ini). Ini serius, anak kecil condong lebih bisa membaca mata kita, ...

Tentang Kehilangan

Assalamualaikum temen-temen.. Happy Morning hehe.. Okay walaupun di blog kali ini aku mau cerita tentang sebuah kehilangan, tapi tetap harus semangat dong ya? iya dong. Setiap orang pasti pernah merasa kehilangan, dari kehilangan benda kecil yang dianggap sepele ataupun hal besar yang dianggap sangat penting. Misal buat ciwi-ciwi yang lebih sering kehilangan jarum pentul (ini aku banget), mas-mas yang sering kehilangan kontak motor tapi juga kehilangan si dia hehe.. ataupun kehilangan orang yang disayang untuk selama-lamanya. Baiklah, tanpa panjang kali lebar kali tinggi hehe apa sih arti kehilangan menurut kamu? (jawab di kolom komentar ya)! kalo menurut aku, kehilangan adalah cara Allah mendekatkan diri kita pada-Nya, kehilangan juga cara Jitu-Nya mendidik kita menjadi manusia lebih bersabar atau berlapang dada. Aku pernah baca di salah satu postingan di Instagram begini , tepat 2 hari silam setelah aku kehilangan telpon genggam: "Jika Allah mengambil sesuatu dari...

Ditertawakan di kampus Tetangga

Hari itu aku memulai segalanya dengan penuh kesungguhan, selesaikan apapun yang sudah aku mulai. Pagi-pagi udah rapi mau ikut seminar, kalau ga salah seminar tentang pemilu. Sebenarnya aku sedikit malu untuk bernostalgia tentang ini, tapi gapapalah siapa tau bisa diambil menjadi sebuah pembelajaran. Back to topic hehe Jadi, saat itu menjadi mahasiswa yg ikut seminar sana sini adalah hobiku hehe.. Kalau di kampus ada seminar pasti ikut dengan kriteria (gratis dan dapet makan, syukur2 dapet amplop plus sertifikat, ilmu mah bonus) astagfirullah manusia militan sekali.. Tapi yg penting gratis dan topik seminar menarik, aku ikutan kok, ga dapet makan juga kalo bayar paling 5000 skuy.. Tapi ga ada tuh seminar bayar 5000 wkwk *Sedikit bocoran Kalo di kampusku, menjadi pengurus paguyuban mahasiswa bidikmisi itu sedikit istimewa. Jadi kalau dr kemahasiswaan ngadain seminar baik di dalam maupun luar kampus (dinas) dan pelatihan biasanya kita di kasih kursi khusus. Jatah anak BM begitulah...

Example-based learning

Wittwer dan Renkl (2010) menyatakan bahwa example-based learning juga disebut belajar menggunakan worked-example , merupakan metode pembelajaran yang telah intensif diteliti oleh psikologi pendidikan. Metode pembelajaran example-based learning dirancang dengan cara berikut: Pertama, guru mengenalkan kepada siswa tentang konsep dan prinsip dasar suatu materi pembelajaran. Kedua siswa belajar menggunakan worked-example, yaitu contoh yang berisi konsep dan prinsip dasar suatu materi pembelajaran. Worked example yang disampaikan kepada siswa biasanya terdiri dari tiga komponen yaitu: P Perumusanmasalah ( terdiri dari masalah kombinasi), Proses pemecahan masalah yang berisi tentang tatacara atau langkah-langkah yang perlu dilakukan. Worked-example terdiri dari 2 jenis yaitu, worked-example lengkap dan worked-example tidak lengkap (beberapa langkah penyelesaian ditiadakan). (Renkl, 2014) berpendapat bahwa supaya belajar dapat berhasil, siswa harus secara aktif menjelaskan langkah-...

Diketawain satu koridor

Hujan di bulan Mei. Hay Mei.. maaf yah hari ini aku ingin membuka rasa dalam-dalam. Mei apa aku buruk? Salahkah jika aku hidup dengan konsep baru? Terlalu banyak membaca buku ternyata mempengaruhi otak saya, wajar kan. Terlalu banyak menonton juga merubah gaya bicara.Terlalu banyak merenung membuat saya absurd. Pemaham yg saya yakini selama ini jadi kaya banyak yg terpatahkan karena konsep yg lain, dan banyak hal yg bukan bikin saya berani malah jadi makin takut melangkah kemana-mana. Kurang kah keteguhan ini? Hey Mei, Saya lanjutkan... Saya ini mudah terpengaruh, percaya ga? Bodo amat percaya atau ngga haha Kalau di ibaratkan sebuah pohon, akarnya kuat tapi batangnya ramping dan tak banyak daun. Angin tiup kanan dia kekanan, angin tiup kiri pohon doyong kekiri. Saya perlu was was dong.. kapanpun bisa terjadi angin mematahkan se-PATAH PATAHNYA. Yang artinya saya harus mulai dr awal kembali konsep yg saya bangun. Mei, kamu pernah dengar tentang krisis identitas? Jujur ak...

Orang pinter kalah sama beruntung, kamu percaya?

Banyak banget yang bilang, orang pinter, kalah sama orang kaya dan orang kaya kalah sama orang beruntung? Sempet percaya sih.. Sampai pada akhirnya waktu SMP guru IPA bilang gini "Tidak ada namanya keberuntungan, yang ada adalah hasil usaha dan doa yang dikabulkan" Dari situ nih.. saya mulai goyah dengan ucapan "Semoga kamu beruntung" ketika mau melaksanakan ujian haha.. Tolong dong, ini saya masuk ruang ujian bukan mau main gaplek di warung tongkrongan (meskipun saya belum pernah nyobain main gaplek atau main togel uji keberuntungan, jadi ga tau sensasinya gimana wkwk). Jadi adakah yang tanya apa pendapat saya tentang keberuntungan? Wkwk.. nanya sendiri jawab sendiri, kaya stand up komedi. Menurut kesotoyan saya haha.. keberuntungan itu bisa di dapat jika dibarengi pengetahuan/ilmu. Misalnya gini deh.. ketika ada orang pedalaman datang keperkotaan, lalu waktu di jalan orang tersebut tiba-tiba tersandung (kaya judul film wkwk) nah.. tersandung nya ini sama ua...

Merasa benar adalah kebenaran atau kesalahan?

Pernah ga si kalian merasa paling bener? Atau pernah ga si merasa salah, tapi hal itu dikarenakan statemen orang atau karena ketidakyakinan diri terhadap kebenaran yg dipercayai? Mm.. atau pernah ga si merasa bahwa merasa paling benar adalah sebuah kesalahan ? Kalo kalian nanya mbaknya pernah ga? Jujur aja saya pernah bahkan sering, dan inilah yang bikin saya tergerak buat bikin tulisan ini. Awalnya saya yakin bahwa "Merasa paling benar sendiri adalah letak sebuah kesalahan" dan statemen ini saya pegang dalam waktu cukup lama, sebagai benteng buat diri saya sendiri bahwa bisa jadi orang lain juga benar dan saya salah, yang artinya saya ga boleh saklek dengan apa yang saya anggap benar. Seperti saat lihat sebuah rumah, trus kita bilang rumah besar adalah rumah yang paling aman dan menyenangkan. Tapi sang pemilik rumah justru berbicara sebaliknya, mengatakan bahwa rumah besar justru rumah yang paling tidak aman, karena rawan dengan perampokan. Bagi saya, ini analogi y...