Langsung ke konten utama

Kemandirian Emosional Manusia

Manusia menjalani kehidupannya dalam beberapa fase mulai dari fase bayi, anak-anak, remaja, dewasa hingga lanjut usia. Ada suatu fase transisi yaitu fase remaja, fase ini merupakan fase yang tidak dapat dikatakan anak-anak namun juga tidak dapat dikatakan dewasa. Pada masa ini adalah masa dimana seseorang mengenali diri dan mencari jadi diri. Pada masa remaja tugas perkembangan yang sangat penting ialah tercapainya kemandirian emosional.
Kemandirian emosional menuntut anak untuk dapat mandiri dengan tidak tergantung kepada orang tua dari segi emosional yaitu seperti dapat menyelesaikan permasalahan yang dialami tanpa bantuan dari orang tua. Namun terkadang sulit bagi remaja untuk menyelesaikan permasalahannya sendiri. Mereka kerap kali masih bergantung kepada orang tua. Inilah salah satu tugas perkambangan yang harus dipenuhi yaitu tercapainya kemandirian emosional.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kemandirian emosional anak salah satunya adalah orang tua, yaitu bagaimana orang tua dalam mengasuh, merawat dan mendidik anak tidak hanya memperahatikan kebutuhan finansialnya saja, namun juga kebutuhan rohaninya salah satunya adalah emosional. Orang tua berperan dalam pembentukan karakter dan prilaku anak. Maka dalam mendidik dan mengasuh anak orang tua pastinya harus menerapkan pola yang tepat agar karakter yang terbentuk juga baik. Kemandirian emosional merupakan salah satu karakter yang harus dibentuk. Maka disini pola asuh orang tua berperan dalam pencapaian kemandirian emosional anak.

By: Jeni Ramandani

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PROSES PEMBUATAN KECAP DAN FERMENTASINYA

Mikroba yang terlibat dalam pembuatan kecap : 1)       Aspergillus sp. dan Rhizopus sp Mula-mula kedelai difermentasi oleh kapang Aspergillus sp. dan Rhizopus sp. menjadi semacam tempe kedelai. Kemudian “tempe” ini dikeringkan dan direndam di dalam larutan garam. Garam merupakan senyawa yang selektif terhadap pertumbuhan mikroba. 2)       Zygosaccharomyces dan Lactobacillus Hanya mikroba tahan garam saja yang tumbuh pada rendaman kedelai tersebut. Mikroba yang tumbuh pada rendaman kedelai pada umumnya dari jenis khamir dan bakteri tahan garam, seperti khamir Zygosaccharomyces dan bakteri susu Lactobacillus . Mikroba ini merombak protein menjadi asam-asam amino dan komponen rasa dan aroma, serta menghasilkan asam. Fermentasi terjadi jika kadar garam cukup tinggi, yaitu antara 15 sampai 20%. Proses pembuatan kecap dan fermentasinya          Proses pembuatan kecap dapat dilakukan...

6.1. Perluasan Kaidah Menghitung

kaidah perkalian dan kaidah penjumlahan diatas dapat diperluas hingga mengandung lebih dari dua buah percobaan. Jika n buah pecobaan masing- masing mempunyai p 1, p 2 ,……, p n   hasil percobaan yang mungkin terjadi yang dalam hal ini   setiap   p 1 tidak bergantung pada pilihan sebelumnya, maka jumlah hasil percobaan yang mungkin terjadi   adalah: a.        p 1 x p 2 x ….. x p n              untuk kaidah perkalian b.       p 1 + p 2 + ….. + p n          untuk kaidah penjumlahan Contoh 6.8 jika ada sepuluh pertanyaan yang masing-masing bisa dijawab benar atau salah (B atau S) berapakah kemungkinan kombinasi jawaban yang dapat dibuat? Penyelesaian: Andaikan 10 pertanyaan tersebut sebagai 10 buah kotak, masing-masing kotak hanya berisi 2 kemungkinan jawaban, B atau S: ...

Sejarah Berdiri Museum Negeri Provinsi Banten

Museum negeri provinsi Banten didirikan pada tahun 2013, satu-satunya museum yang dimiliki oleh daerah Banten. Dahulu gedung museum n egeri Banten ini berada di Balai Budaya yang terletak di daerah Palima. Semenjak tahun 2015, museum negeri provinsi Banten pindah ke gedung ex - pendopo. Namun sekarang, gedung ini bukan dijadikan sebagai pendopo Gubernur lagi melainkan gedung museum negeri provinsi B anten. Adapun Museum Negeri Provinsi Banten diresmikan pada tanggal 29 O ktober 2015 oleh Gubernur Banten yang pada saat itu dalam pemerintahan Rano Karno . Lalu dari segi b angunan museum ini ternyata dibangun pada tahun 1821-1828. Bangunan museum termasuk bangunan cagar budaya tipe A yang mana bangunannya sendiri berumur   tahun . Bangunan ini dahulu digunakan sebagai kantor pemerintah kolonial Belanda, lalu setelah Jepang datang ke Indonesia bangunan tersebut digunakan sebagai kantor pemerintah Jepang. Gedung ini juga pernah digunakan juga sebagai kantor Keresidenan Banten...