Langsung ke konten utama

MEMBOSANKAN

Seiring dengan perkembangan zaman dari masa ke masa, pelajaran matematika sudah dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit dan membosankan. Banyak peserta didik yang mengalami kesulitan ketika mereka menemukan suatu permasalahan tentang pelajaran matematika. Namun, sebenarnya pelajaran matematika tidak akan terasa sulit jika kita beranggapan bahwa pelajaran matematika ialah pelajaran yang mudah, seru, dan menyenangkan.

Text Box: 1Banyak faktor yang menyebabkan pelajaran matematika dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit salahsatunya ialah persepsi siswa terhadap mata pelajaran mateamatika. Ada siswa yang menganggap mata pelajaran matematika merupakan pelajaran yang sulit dan terdapat pula yang beranggapan bahwa pelajaran matematika merupakan pelajaran yang seru dan menyenangkan. Jika siswa beranggapan bahwa matematika merupakan pelajarn yang sulit, maka disetiap mereka belajar matematika pasti akan cepat merasa bosan dan tidak mau lagi menerima pelajaran dengan baik dan benar. Jika siswa beranggapan bahwa pelajaran matematika merupakan pelajaran yang seru dan menyenangkan pasti mereka akan mengikuti yang disampaikan oleh guru tentang mata pelajaran matematika dengan baik dan benar. Ketika siswa menganggap suatu mata pelajaran matematika itu merupakan mata pelajaran yang mudah dan menyenangkan maka dalam menerima materi pelajaran yang disampaikan oleh guru akan terasa mudah, menyenangkan dan tidak ada lagi rasa bosan ketika belajar matematika. Dan jika siswa menganggap bahwa mata pelajaran matematika itu sulit maka yang akan terlintas di benak siswa bahwa matematika merupakan pelajarn yang sulit dan membosankan. Oleh karena itu, di perlukan adanya perubahan pola pikir bagi siswa agar siswa tidak lagi beranggapan bahwa pelajaran matematika merupakan pelajaran yang sulit. Karena dengan siswa beranggapan bahwa pelajaran matematika merupakan pelajaran yang mudah dan menyenangkan, siswa dapat menerima pelajaran dengan mudah dan bisa membantu kesulitan belajar siswa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PROSES PEMBUATAN KECAP DAN FERMENTASINYA

Mikroba yang terlibat dalam pembuatan kecap : 1)       Aspergillus sp. dan Rhizopus sp Mula-mula kedelai difermentasi oleh kapang Aspergillus sp. dan Rhizopus sp. menjadi semacam tempe kedelai. Kemudian “tempe” ini dikeringkan dan direndam di dalam larutan garam. Garam merupakan senyawa yang selektif terhadap pertumbuhan mikroba. 2)       Zygosaccharomyces dan Lactobacillus Hanya mikroba tahan garam saja yang tumbuh pada rendaman kedelai tersebut. Mikroba yang tumbuh pada rendaman kedelai pada umumnya dari jenis khamir dan bakteri tahan garam, seperti khamir Zygosaccharomyces dan bakteri susu Lactobacillus . Mikroba ini merombak protein menjadi asam-asam amino dan komponen rasa dan aroma, serta menghasilkan asam. Fermentasi terjadi jika kadar garam cukup tinggi, yaitu antara 15 sampai 20%. Proses pembuatan kecap dan fermentasinya          Proses pembuatan kecap dapat dilakukan...

FAKTOR-FAKTOR MEMPENGARUHI PEMAHAMAN

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pemahaman sekaligus keberhasilan  belajar siswa ditinjau dari segi kemampuan pendidikan adalah sebagai berikut: a.        Tujuan             Tujuan adalah pedoman sekaligus sebagai sasaran yang akan dicapai dalam kegiatan belajar mangajar. Perumusan  tujuan akan mempengaruhi kegiatan belajar siswa. Dalam hal ini tujuan yang dimaksud adalah pembuatan Tujuan Intruksional Khusus (TIK) oleh guru yang berpedoman pada Tuhan Instruksional Umum (TIU). b.       Guru             Guru adalah tenaga pendidik yang memberikan sejumlah ilmu pengetahuan pada peserta didik diskolah. Guru adalah orang yang berpengalaman pada peserta didik disekolah. Guru adalah orang yang berpengalaman dalam bidang profesinya. Di dalam satu kelas peserta didik satu berbeda dengan lainya, untuk itu se...

BAHASA JAWA DAN HARAPAN

Kalau kita semua selama ini dalam berfikir tentang budaya dan bahasa Jawa, bisa dikatakan sangat sederhana, bahkan cenderung kita pandang sebelah mata. mari mulai sekarang kita ubah cara pandang tersebut. Setelah kita semua memahami, kalau didalam budaya Jawa banyak terdapat ilmu pengetahuan dan teknologi yang bisa dikembangkan untuk kemaslahatan orang banyak, pastilah kita akan berusaha untuk mempelajari bahasa Jawa. Karena bahasa Jawa merupakan pintu untuk memasuki atau membuka sebuah “Rumah Besar” yang disebut budaya Jawa tersebut. Setelah cara pandang kita terhadap budaya dan bahasa Jawa lebih komprehensif, pastilah yang kita dapat tidak hanya sebuah pengakuan kearifan lokal atau lokal genius tapi akan ada pengakuan global genius . Sementara itu, ada beberapa kalangan yang berfikir tidak suka budaya dan bahasa Jawa karena dianggapnya ruwet dan terlalu banyak aturan. Padahal harus kita sadari, kalau semakin tinggi suatu peradaban, akan semakin banyak dan detil dalam membuat...